Showing posts with label rumah. Show all posts
Showing posts with label rumah. Show all posts
Monday, September 26, 2011
Wednesday, August 10, 2011
berumah di gua
Gua-gua ini diperlakukan sebagai rumah dan sebagai tempat persembahyangan yang biasanya terkombinasi dalam strukturnya. Setelah kawasan gua metropolitan ditinggalkan, strukturnya menjadi hancur dan tidak terpelihara, namun tidak semua gua ditinggalkan begitu saja. Di kawasan utara Cina, tempat tinggal gua masih menjadi rumah bagi lebih dari jutaan manusia.
1. Matmata
Matmata merupakan desa kecil di wilayah selatan Tunisia. Beberapa penduduk yang bertetangga dengan Berber ini tinggal di tempat tinggal bawah tanah yang konvensional. Gua ini terbentuk dari galian lubang yang sangat besar di tanah. Kemudian di sekitar tanah yang mengelilingi lubang itu dibuat ruangan-ruangan sebagai kamar.
2.Bamiyan
Bamiyan adalah tempat dimana dua patung Buddha raksasa yang terukir di samping tebing dan dibuat pada abad ke-6. Sebenarnya karya ini merupakan patung yang berdiri kokoh tertinggi di dunia sebelum dihancurkan oleh Taliban pada tahun 2001.
Tempat tinggal gua yang berada di kaki patung yang hancur tersebut pada masa lampau merupakan tempat ribuan para biksu tinggal namun kemudian menjadi tempat dimana para Taliban menyimpan senjatanya.
Setelah Taliban mundur dari kawasan tersebut, para penduduk mulai menggunakan gua-gua yang ditinggal tersebut sebagai rumah mereka.
3. Guyaju
Terkadang disebut dengan istilah labirin terbesar yang ada di Cina. Guyaju merupakan rumah gua kuno yang berlokasi 80 kilometer dari Beijing. Tidak ada catatan pasti yang ditemukan tentang asal dari gua ini.
Gua ini terpahat dari tebing terjal di teluk yang mengahadap Kota Zhangshanying. Yang menarik dari gua ini adalah jumlah ruangan yang mencapai 110 kamar yang terbuat dari batu dan merupakan tempat tinggal gua terbesar yang pernah ditemukan di Cina.
4. Sassi di Matera
Sassi di Matera atau dalam bahasa Indonesia berarti batu-batu dari Matera merupakan tempat tinggal gua yang terletak di kota kuno Matera. Sassi berawal dari pemukiman prasejarah dan bersamanya berkembang kegiatan perdagangan pertama yang dilakukan penduduk Italia.
Pada tahun 1950-an, pemerintahan federal setempat memaksa untuk merelokasi penduduk yang tinggal dikawasan Sassi ke kota yang lebih modern. Walaupun demikian, beberapa penduduk masih setia dengan rumah guanya di Sassi seperti leluhur mereka.
5. Messa Verde
Messa Verde yang terletak di wilayah barat daya Colorado merupakan rumah yang terletak di tebing-tebing bagi suku Anasazi kuno. Pada abad ke-12, suku Anasazi mulai membangun rumah-rumah didalam gua yang beratapkan canyon besar.
Beberapa tempat tinggal gua ukurannya hampir mencapai sebesar rumah yang memiliki 1050 ruangan. Yang paling terkenal diantaranya disebut Cliff Palace dan Rumah Spruce Sapling. Pada tahun 1300, suku Anasazi meninggalkan Mesa Verde namun kawasan yang tertinggal ini masih memiliki bentuknya yang orisinil.
Alasan mengapa mereka meninggalkan tempat tinggal mereka ini tidak dapat dijelaskan secara pasti. Beberapa hipotesis dari gagal panen sampai invasi suku asing dari utara, berusaha menjelaskan kepindahan mereka.
6. Lereng Bandiagara
Lereng Bandiagara adalah tempat dimana gua-gua yang terbuat dari batuan pasir di wilayah bekas bangsa Dogon di Mali. Tingginya kurang lebih 500 meter beralaskan tanah berpasir.
Bangunan dari tanah ini berbintik-bintik jika terlihat dari jauh, namun bintik-bintik ini merupakan ruangan yang digunakan suku Tellem untuk tinggal. Suku tersebut memahat batuan hingga menghasilkan suatu ruangan yang cukup, selain digunakan untuk tempat tinggal, gua-gua ini dibangun untuk meletakkan jenasah.
Pada abad ke-14 bangsa Dogon mengusir suku Tellem sehingga tempat tinggal gua ini ditinggalkan dan tidak berpenghuni begitu saja.
7. Vardzia
Terletak di wilayah selatan Georgia, Vardzia merupakan biara kuno yang berada dalam gua dan dibuat pada abad ke-12, selain biara juga dibangun kota yang terpahat di lereng-lereng gunung yang menghadap sungai.
Tempat tinggal gua satu ini dibangun saat pemerintahan Full Tamar sebagai perlindungan dari serangan bangsa lain. Gua-gua ini dibangun dengan lebih dari enam apartemen. Selain itu, kota kuno tersebut juga memiliki gereja, ruangan pemerintahan, dan juga sistem irigasi yang rumit untuk mengairi sawah terasering.
Untuk mencapai tempat tinggal gua ini, harus melalui saluran bawah tanah yang rahasia dekat sungai Mtkvari.
8. Uçhisar
Uçhisar dapat dengan mudah ditemukan dan dikenali karena ketinggiannya dan dapat dijangkau hanya 7 kilometer dari kota Nevsehir. Tempat tinggal gua di dalam kastil batu Uçhisar pernah menjadi tempat berpopulasi paling banyak ditinggali oleh penduduk.
Namun karena ancaman erosi yang terus meningkat, penduduk kemudian pindah ke tempat yang lebih aman. Terakhir kali kastil alam ini ditinggali pada tahun 1950an. Di puncak Uchisar, pengunjung dapat melihat pemandangan yang menakjubkan karena dapat melihat kota secara 360 derajat.
9. Kandovan
Terletak di Tanah Azerbaijan Timur Iran, Kandovan merupakan pedesaan yang dibangun abad ke-13 yang misterius. Banyak rumah di Kandovan dibuat di gua yang berbentuk seperti kerucut dan terbuat secara alami dari abu vulkanik yang membuat bentuknya mengingatkan kita pada rumah koloni semut tanah.
Kebanyakan rumah gua ini memiliki empat tingkat, lantai dasar digunakan sebagai kandang hewan ternak, lantai satu dan dua untuk tempat tinggal dan lantai empat digunakan sebagai ruangan penyimpanan.
Material tanah yang mengeras sehingga dapat digunakan sebagai pondasi rumah gua ini memiliki kelebihan yang berdampak pada suhu di dalam ruangannya, karena ketika musim dingin ruangan menjadi hangat dan ketika musim panas ruangan menjadi dingin.
1. Matmata

2.Bamiyan

Tempat tinggal gua yang berada di kaki patung yang hancur tersebut pada masa lampau merupakan tempat ribuan para biksu tinggal namun kemudian menjadi tempat dimana para Taliban menyimpan senjatanya.
Setelah Taliban mundur dari kawasan tersebut, para penduduk mulai menggunakan gua-gua yang ditinggal tersebut sebagai rumah mereka.
3. Guyaju

Gua ini terpahat dari tebing terjal di teluk yang mengahadap Kota Zhangshanying. Yang menarik dari gua ini adalah jumlah ruangan yang mencapai 110 kamar yang terbuat dari batu dan merupakan tempat tinggal gua terbesar yang pernah ditemukan di Cina.
4. Sassi di Matera

Pada tahun 1950-an, pemerintahan federal setempat memaksa untuk merelokasi penduduk yang tinggal dikawasan Sassi ke kota yang lebih modern. Walaupun demikian, beberapa penduduk masih setia dengan rumah guanya di Sassi seperti leluhur mereka.
5. Messa Verde

Beberapa tempat tinggal gua ukurannya hampir mencapai sebesar rumah yang memiliki 1050 ruangan. Yang paling terkenal diantaranya disebut Cliff Palace dan Rumah Spruce Sapling. Pada tahun 1300, suku Anasazi meninggalkan Mesa Verde namun kawasan yang tertinggal ini masih memiliki bentuknya yang orisinil.
Alasan mengapa mereka meninggalkan tempat tinggal mereka ini tidak dapat dijelaskan secara pasti. Beberapa hipotesis dari gagal panen sampai invasi suku asing dari utara, berusaha menjelaskan kepindahan mereka.
6. Lereng Bandiagara

Bangunan dari tanah ini berbintik-bintik jika terlihat dari jauh, namun bintik-bintik ini merupakan ruangan yang digunakan suku Tellem untuk tinggal. Suku tersebut memahat batuan hingga menghasilkan suatu ruangan yang cukup, selain digunakan untuk tempat tinggal, gua-gua ini dibangun untuk meletakkan jenasah.
Pada abad ke-14 bangsa Dogon mengusir suku Tellem sehingga tempat tinggal gua ini ditinggalkan dan tidak berpenghuni begitu saja.
7. Vardzia

Tempat tinggal gua satu ini dibangun saat pemerintahan Full Tamar sebagai perlindungan dari serangan bangsa lain. Gua-gua ini dibangun dengan lebih dari enam apartemen. Selain itu, kota kuno tersebut juga memiliki gereja, ruangan pemerintahan, dan juga sistem irigasi yang rumit untuk mengairi sawah terasering.
Untuk mencapai tempat tinggal gua ini, harus melalui saluran bawah tanah yang rahasia dekat sungai Mtkvari.
8. Uçhisar

Namun karena ancaman erosi yang terus meningkat, penduduk kemudian pindah ke tempat yang lebih aman. Terakhir kali kastil alam ini ditinggali pada tahun 1950an. Di puncak Uchisar, pengunjung dapat melihat pemandangan yang menakjubkan karena dapat melihat kota secara 360 derajat.
9. Kandovan

Kebanyakan rumah gua ini memiliki empat tingkat, lantai dasar digunakan sebagai kandang hewan ternak, lantai satu dan dua untuk tempat tinggal dan lantai empat digunakan sebagai ruangan penyimpanan.
Material tanah yang mengeras sehingga dapat digunakan sebagai pondasi rumah gua ini memiliki kelebihan yang berdampak pada suhu di dalam ruangannya, karena ketika musim dingin ruangan menjadi hangat dan ketika musim panas ruangan menjadi dingin.
rumah dianggkat oleh belon!
Melihat belon terbang itu perkara biasa. Namun bagaimana jika anda melihat ada rumah yang boleh terbang karana belon?
Masih ingatkah dengan filem kartun Up, filem yang mengisahkan cerita orang tua dan anak kecil yang berpetualang ke Amerika Selatan dalam sebuah rumah yang diterbangkan oleh belon. Seperti dikutip dari media.spotcoolstuff.com, terinspirasi oleh film tersebut, tim National Geographic merealisasikan hal tersebut dalam TV seri mereka How Hard Can It Be? Dengan menggunakan 300 balon helium, mereka berhasil mengangkat sebuah rumah setinggi 10 ribu kaki (atau 10 tingkat) selama satu jam. Mereka membuat rumah berukuran kecil dengan ukuran 5 x 5 meter. Meskipun begitu, rumah tetap dibuat layaknya rumah betul, bukan hanya dikarenakan mirip dengan rumah yang ada di film Up, tetapi juga rumah tersebut bisa terbang. Rumah yang diterbangkan oleh para krew tersebut terbang mencapai ketinggian 3.050m dalam uji coba mereka di luar Los Angeles. Total berat rumah dan kru adalah kurang dari 1.360kg. Untuk menerbangkan rumah ini memerlukan 300 balon.
Mungkin bukan ukuran jumlah yang banyak, tapi itu merupakan balon terbesar yang pernah digunakan untuk penerbangan. Jika Anda ingin menyaksikan TV seri ini, bersabarlah karena debutnya baru akan ditayangkan pertama kali di US pada penghujung tahun 2011.
Masih ingatkah dengan filem kartun Up, filem yang mengisahkan cerita orang tua dan anak kecil yang berpetualang ke Amerika Selatan dalam sebuah rumah yang diterbangkan oleh belon. Seperti dikutip dari media.spotcoolstuff.com, terinspirasi oleh film tersebut, tim National Geographic merealisasikan hal tersebut dalam TV seri mereka How Hard Can It Be? Dengan menggunakan 300 balon helium, mereka berhasil mengangkat sebuah rumah setinggi 10 ribu kaki (atau 10 tingkat) selama satu jam. Mereka membuat rumah berukuran kecil dengan ukuran 5 x 5 meter. Meskipun begitu, rumah tetap dibuat layaknya rumah betul, bukan hanya dikarenakan mirip dengan rumah yang ada di film Up, tetapi juga rumah tersebut bisa terbang. Rumah yang diterbangkan oleh para krew tersebut terbang mencapai ketinggian 3.050m dalam uji coba mereka di luar Los Angeles. Total berat rumah dan kru adalah kurang dari 1.360kg. Untuk menerbangkan rumah ini memerlukan 300 balon.




note : mereka merealisasikan fantasi aku.... note lagi, serius menangis gila masa tengok cerita UP... huk huk XD
Friday, May 20, 2011
Rumah yang dah macam shopping dah, yang berharga 2 Billion
Mukesh Ambani,salah seorang Billionaires dari India ingin membina sebuah rumah di tengah kota Mumbai. "Rumah" ini lengkap dengan garaj yang boleh memuatkan lebih dari 150 buah kereta,Rumah ini memiliki 27 lantai, setiap lantai berbeza rekaannya,rumah ini berharga US$ 2 Billion.
note : hanya suka rumah yang kecik je... senang nk bersihkan... haha
kalo suka sila share :)
note : hanya suka rumah yang kecik je... senang nk bersihkan... haha
Subscribe to:
Posts (Atom)
